Sabtu, 26 Oktober 2013

PENCEGAHAN INISIDEN KETUNARUNGUAN

Untuk meminilkan insiden ketunarunguan pada anak, upaya yang bersifat preventif akan lebih baik. Menurut kurun waktunya,; upaya-upaya pencegahan dapat dilaksanakan sebagai berikut.
  1. Masa persiapan, yaitu masa sebelum kedua insan melakukan perkawinan.
Pada masa ini  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a.    Kedua calon suami istri hendaklah memeriksa kesehatan dirinya, hal ini dimaksudkan kalau di antara kedua terdapat atau menderita suatu penyakit atau kelainan lainny. Contoh: penyakit syhipilis, tubercolosis, sehingga perlu pengobatan selekas mungkin, sebab penyakit tersebut bisa dimungkin kan akan berdapampak pada
bayi yang dikandungnya tersebut.
b.    Senantiasa menjaga diri agar dapat terhindar dari penyakit yang mungkin dapat menyebabka kelainan pada dirinya, terutama yang bersifat hereditif.
c.    Mrnjaga diri agar tidak terkena infeksi yang sangat membahayakan.
  1. Masa prenatal, yaitu masa ketika bayi masih berada dalam kandungan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa prenatal ini adalah:
a.    Menjaga supaya ibu yang mengandung tetap mendapat citamin yang cukup dan makanan yang mempunyai gizi tinggi, agar anak yang dikandungnya dapat tumbuh berkembang dengan baik dan normal, tidak mengalami kelainan pada organ pendengarannya.
b.    Selama mengandung secara periodik ibu harus rajin memeriksa ke Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak (BKIA), atau ke klinik bersalin yang lain barangkali terdapat kelainan-kelainan dalam kandungannya.
c.    Jika terjadi kelainan pada kandungannya, maka secepatnya memeriksakan diri kedokter ahli kandunga sebab jika placenta rusak dapat menyebabkan ketunarunguan pada anak.
d.   Kesehatan ibu dijaga agar tidak terjadi lahir sebelum tiba waktunya (prematur)
e.    Suasana emosi ibu yang sedang mengandung harus selalu baik, tidak  selalu gelisah, tertekan, tegang, atau kurang stabil sebab keadaan emosi yang negatif kemungkinan dapat berakibat lagir yang prematur.
f.     Ibu yang sedang mengandung sebaiknya menghindarkan diri dari pekerjaan-pekerjaaan berat, karena hal ini dapat menyebabkan letak kandungan tidak normal. Misal, mengangkat beban yang beraka, kerap kali naik turun sepeda, dan lain sebagainya.
g.    Selama mengandung hedaklah ibu tidak meminum obat-obat antibiotik yang dapat membahayakan kandungan. Contoh kinine, aspirin, thalidomide, dan obat-obat lainnha diluar petunjuk dokter.
h.    Menjadi kondisi ibu selama mengandung agar tidak terkena penyaki, seperti influenza, measles, suphilis, batuk rejan, dll
i.      Menjaga diri supaya tidak terjadi keracunan darah yang dapat merusak jaringan organ pendengaran.
  1. Masa natal, yaitu masa bayi pada proses lahir.
Hal-hal yang harus diperhatikan pada masa natal ini antara lain ialah:
a.       Sedapat mungkin dalam proses lahir dihindarkan penggunaan tang (forceps), karena lahir dengan bantuan tang terdapat kemungkinan dapat merusak sentral saraf pendengaran.
b.      Dalam proses lahir seyogianya selalu dalam pengawasan dokter, sehingga jika terjadi kelainan dan kesukaran dalam melahirkan, secara cepat dapat diberikan pertolongan, menghindari kelainan yang dapat mengakibatkan ketunarunguan.
c.       Ibu yang melahirkan sebaiknya mematuhi petunjuk dokter supaya tidak terjadi kesukaran dalam proses lahir yang sering juga mengakibatkan anoxia.
  1. Masa post natal, yaitu masa setelah bayi dilahirkan.
Hal-hal yang perlu di perhatika  pada masa post natal adalah sebagai berikut:
a.       Penjagaan kesehatan, kebersihan dan keamanan pada bayi dan kanak-kanak adalah sangat penting untuk mencegah timbulnya infeksi pada organ pendengaran dan rongga mulut.
b.      Pada waktu anak sakit temperaturnya dijaga agar tidak terus meninggi, sebab hal itu dapat berakibat kelemahan pada saraf dengar. Penyakit yang bisa membuat temperatur anak menjadi tinggi ialah malaria tropica, thypus, influensa, dan measles.
c.       Mengadakan pengawasan terhadap makanan anak, agar terhindarkan diri dari keracunan darah yang dapat merusakkan atau menghambat pertumbuhunnya.

d.      Mengadakan pengawasan agar anak tidak bermain dengan permainan yang dapat membahayakan kondisi dirinya, misal dapat menyebabkan gegar otak, pendarahan otak, infeksi otak, dan lain lain yang bisa merusak fungsi organ yang lain.

0 komentar:

Posting Komentar