Senin, 28 Oktober 2013

Karakteristik Anak Tunarungu-wicara (aspek akademik, fisik, dan sosial-emosional)


Kecerdasan seseorang seringkali dihubungkan dengan  prestasi akademis sehingga orientasi akademis tertentu seseorang merupakan gambaran nyata sebuah kecerdasannya. Anak tunarungu mempunyai karakteristik dan sifat berbeda dari anak lain.
Karakteristik anak tunarungu dalam mata kuliah Pengantar Pendidikan Luar Biasa PGSD  Universtas Terbuka menyebutkan bahwa
ada 3 karakteristik antara lain:
1.      Karakteristik anak tunarungu dalam aspek akademik.
Keterbatasan dalam kemampuan berbicara dan berbahasa mengakibatkan anak tunarungu cenderung memiliki prestasi yaang rendah dalalm mata pelajaran yang bersifat verbal dan cenderung sama dalam mata pelajaran yang bersifat non verbal dengan anak normal seusianya.
2.      Karakteristik tunarungu dari segi fisik/kesehatan.
3.       Adalah sebagai berikut: Jalannya kaku dan agak membungkuk (jika organ  keseimbangan yang ada pada telinga bagian dalam terganggu), gerak matanya lebih cepat, gerakan tangannya cepat dan lincah, dan pernafasannya pendek, sedangkan dalam aspek kesehatan, pada umumnya sama dengan orang yang normal lainnya.
4.      Karateristik anak tunarungu dalam aspek sosial-emosial adalah sebagai berikut:
a.       Pergaulan terbatas dengan sesama tunarungu, sebagai akibat dari keterbatasan dalam kemampuan berkomunikasi.
b.      Sifat ego-sentris yang melebihi anak normal, yang ditunjukkan dengan sukarnya mereka menempatkan diri pada situasi berpikir dan perasaan orang lain, sukarnya menyesuaikan diri, serta tindakannya lebih terpusat pada aku/ego, sehingga kalau ada keinginan harus selalu dipenuhi.
c.       Perasaan takut/khawatir terhadap lingkungan sekitar, yang menyebabkan ia tergantung pada orang lain serta kurang percaya diri.
d.      Perhatian anak tunarungu anak tunarungu sukar dialihkan, apabila ia sudah menyenangi suatu benda atau pekerjaaan tertentu.
e.       Memiliki sifat polos, serta perasaannya umumnya dalam  keadaan ekstrim tanpa banyak nuansa.
f.       Cepat marah dan mudah tersinggung, sebagai akibat seringnya mengalami kekecewaan karena sulitnya menyampaikan perasaan/keinginannya secara lisan ataupun dalam memahami pembicaraan orang lain







Sumber : Suhardiyana.2010.Peningkatan kemampuan kognitif anak melalui permainan kartu angka dan gambar siswa kelas persiapan Tunarungu-wicara SLBN Kendal Tahun 2009/2010. UNS: Skripsi FKIP Ilmu Pendidikan Luar Biasa

0 komentar:

Posting Komentar