Prof.
Dr. Soewito FK-UGM, dalam makalahnya “pengembangan pola pelayanan penderita
tunarungu secara profesional dan terpadu
di Indonesia” mengemukakan bahwa : pada garis besarnya jenis
ketulian/ketunarunguan dapat dibagi dalam 3 kategori dengan sifat-sifat dan
cara rehabilitasinya masing-masing.
1. Tuli
konduksi
a. Kerusakan:
terjadi pada rantai pendengaran yang meneruskan dan memperkuat getaran suara
(saluran telinga luar gendang telinga – tulang pendengaran).
b. Derajat
ketulian: ringan sampai sedang
c. Sifat
ketulian: kualitas suara berkurang kualitas suara tetap baik.
d. Rehabilitasi
pendengaran: medis operatif dari ahli THT ABD (yang inoperable)
2. Tuli
persepsi
a. Kerusakan
: terjadi pada reseptor dan atau saraf pendengaran (cochlea dan n. acusticus)
b. Derajat
ketulian: ringan, sedang, berat, dan total.
c. Sifat
ketulian: kuantitas suara berkurang – hilang, kualitas suara berubah, perbedaan
dengan tuli konduksi bila suara diperkeras, tuli konduksi, makin bertambah
jelas tuli saraf , suara makin keras tetapi makin tidak jelas.
d. Rehabilitasi:
non medis, latihan mendengar dan bicara denga membaca bibir dan ABD.
e. “Team”
pelaksana rehabilitasi: ahli Audiologi dan tekisinya, Ahli Psikologi Pekerja
Sosial (social worker), Ahli bina rungu wicara (“speech and hearing Therapist”)
3. Tuli
campuran keduanya
Sifat
ketulian: sama dengan tuli saraf.
Rehabilitasi:
non medis sesuai dengan tuli saraf.
Sumber:
Sardjono, 2000. Orthopedagogik Tunarungu I. Surakarta: UNS Press

Posting dan gadget sudah bagus dan pemilihan template dengan warna yang tepat. Tetapi menurutku , ada beberapa gadget yang belum berfungsi dengan baik , seperti : GOOGLE+ , FACEBOOK , TWITTER , FEED RSS. Lebih baik diperbaiki atau dihapus saja.
BalasHapus