Adapun karakteristik tunarungu-wicara secara umum
dapat di kelompokan sebagai berikut:
1. Karakteristik
Bahasa dan Wicara
Anak tunarungu-wicara pada umumnya
memiliki kelambatan dalam perkembanga bahasa wicara bila di bandingka gi anak
tunaruntu total (tuli) cenderung tidak bisa berbicara n dengan perkembangan
bicara anak-anak normal, bahkan ba (bisu). Hal ini dikarenakan
sangat eratnya
hubungan kausal antara kemampuan mendengar dengan perkembangan wicara.
2. Kemampuan
Intelegensia
Hilang atau berkurangnya kemampuan
mendengar, maka berakibat adanya kekurangan dalam penerimaan sumber informasi
melalui pendengaran, hal ini sangat berpengaruh dalam kemampuan verbal anak
tunarungu-wicara. Namun secara umum kemampuan inteligensi (IQ) anak
tunarungau-wicara tidak berbeda dengan anak-anak normal, hanya pada score IQ
verbalnya akan lebih rendah dari IQ perfomancenya.
3. Penyesuaian
Emosi dan Sosial dan Perilaku
Kemampuan penyesuaian sosial sangat
di pengaruhi oleh proses komunikasi, dalam melakukan interaksi sosial
dimasyarakat banyak mengandalkan komunikasi verbal, hal ini sebenarnya yang
menyebabkan tunarungu-wicara mengalami kesulitan dalam penyesuaian sosialnya
sehingga tekesan anak tunarungu-wicara agak ekslusif atau terisolasi dari
kehidupan masyarakat normal. Tunarungu cenderung mudah curiga dengan orang lain, hal
ini di mungkinkan karena tidak mengerti apa sedang dibicarakan orang lain.
Sumber: Purwanto,
Heri.1998.Ortopedagogik Umum.Yogyakarta:FIP
IKIP Yogyakarta

0 komentar:
Posting Komentar