Dalam tunarungu-wicara terdapat klasifikasi, berikut klasifikasi anak tunatungu-wicara:
1. Tunarungu
Secara garis besar tunarungu dapat
di bedakan menjadi 2 yaitu tuli (deaf) dan susah mendengar (hard of hearing).
Sedangkan berdasarkan tingkat kehilangan ketajaman pendengaran dapat di ukur
dengan Audiometer yang mempunyai satuan desiBell (dB) dapat di bedakan menjadi:
a. Sangat
ringan (Light) 25 dB – 40 dB
b. Ringan
(Mild) 41 dB –
55
dB
c. Sedang
(moderate) 56 dB – 70 dB
d. Berat
(severe) 71 dB –
90 dB
e. Sangat
berat (profound) 91 dB – lebih
2. Tunawicara
Pengelompokan tunawicara secara
umum dapat dikemukaan sebagai berikut:
a. Keterlambatan bicara (delsyed speech)
Yaitu
seseorang anak yang mengalami ketrlambatan dalam perkembangan wicaranya
disbanding dengan anak normal seusianya. Perkembangan bicara pada normal
biasanya diakhiri pada usia 6 tahun dimana fonem “R” harus sudah dapat di
ucapkan. Pada anak normal umur 3 tahun sudah dapat mlerangkai kalimat yang
terdiri dari subyek, predikat dan obyek.
b. Gagap
(stuttering)
Adalah
kelainan atau kesulitan dalam memulai pembicaraan dapat berupa pemanjangan
fonem atau suku kata depan (prolongation), pengulangan fonem atau suku kata
depan (repetion), disamping itu ada gerak mulut berbicara tetapi tidak keluar
suara (silent stuggle). Pada kelompok ini
juga termasuk pada kekacauan dalam berbicara (cluttering), dapat berupa
bicara terlalu cepat , struktur kalimat tidak karuan atau repetisi yang
berlebihan.
c. Kehilangan
kemampuan berbahasa (dysphasia)
Ada
berbagai bentuk dysphasia mulai dari kesalahan dalam inti penbicaraan sampai
tidak dapat berbicara “ra” (bahasa lisan) sama sekali.
d. Kelainan
suara (voice disorder)
Kelainan
ini ditandai oleh adanya perbedaan bicara dengan bicara anak normal. Adapun
kelainan suara ini meliputi: Kelainan nada (pitch) dapat berupa nada tinggi,
rendah dan monoton. Kelainan kualitas atau warna suara yang berupa serak, lemah
dan desah. Kelainan keras lembutnya suara (loudness) dapat berupa suara keras
(hard voice) dan suara lembut (soft voice).
Sumber: Purwanto,
Heri.1998.Ortopedagogik Umum.Yogyakarta:FIP
IKIP Yogyakarta

0 komentar:
Posting Komentar