Senin, 21 Oktober 2013

Identifikasi Anak Tunarungu-Wicara

Perlu diketahui bahwa setiap anak berkelaina mempunyai indentifikasi tersendiri, dan berikut indentifikasi khusu anak tunarungu-wicara adalah:

Berbagai metode atau cara alat unntuk kepentingan mengetahui tingkat ketajaman pendengaran terus berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi terutama teknologi elektronika. Awalnya untuk mengetahui kemampuan mendengar seseorang digunakan metode bisikan (whisper test), kemudian tes pendengaran dengan menggunakan suara detak jam (watch test). Metode kedua test tersebut banyak mengandung kelemahan, maka dikembangkanlah tes lain dengan
menggunakan garpu tala yang dapat untuk mendiagnosis apakah tunarungu kondusif (air conduction dan bond conduction) atau neural, yang dikenal dengan tes Weber, Rine, dan Schwabach. Sejalan dengan kemajuan IPTEK maka diciptakanlah suatu alat diagnosis tingkat ketajaman pendengaran yang di kenal dengan Audiometer. Alat elektonik ini cukup akurat untuk mendiagnosis tingkat ketajaman pendengaran seseorang baik dengan hantaran udara maupun tulang, ketajaman telinga kiri maupun kanan dapat di ketahui. Hasil test ini dinyatakan dengan satuan deciBell (dB).




Sumber: Purwanto, Heri.1998.Ortopedagogik Umum.Yogyakarta:FIP IKIP Yogyakarta

0 komentar:

Posting Komentar