Selasa, 22 Oktober 2013

Faktor penyebab anak tunarungu-wicara

Faktor penyebab keturunan bermacam-macam, tinggal kapan terjadinya  anak menjadi tunarungu, secara etiologi atau penyebab anak tunarungu dapat terjadi : Pre natal atau anak masih dalam kandungan, seperti  faktor keturunan, penyakit cacat air, campak, dan sebagainya. Neo natal atau baru lahir/saat lahir, misalnya lahir pematur. Post natal atau sesudah anak lahirseperti infeksi, meningitis, tunarungu perspektif yang bersifat keturunan.
Menurut pendapat dari
Pemanarian Somad dan Tati Herawati (1996:33) penyebab adanya ketunarunguan wicara dapat di kelompokkan sebagai berikut:
1.       Faktor dari dalam diri anak
a.         Faktor penyebabnya dapat dikarenakan adanya kelainan genetik salah satu orang tuanya atau keluarga yang mengalami ketunarunguan.
b.         Kerusakan plasenta yang mempengaruhi  perkembangan janin karena keracunan darah saat ibu mengandung.
c.          Penyakit rubella yang menyerang ibu pada masa kandungan tiga bulan pertama.
2.       Faktor dari luar anak
a.         Faktor kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan alat pendengaran telinga bagian dalam, tengah, maupun luar.
b.         Meningitis atau radang pada selaput otak.
c.          Otitis media adalah radang telinga bagian tengah sehingga menimbulkan nanah dan jika parah penyakit ini dapat mengakibatkan kehilangan pendengaran dalam  derajat ringan atau sedang.
d.         Terjadinya infeksi pada saat dilahirkan atau saat kelahiran.
Menurut pendapat dari Whet Nall (1971) yang di terjemahkan Soewito yang dikutip Sardjono (1999:70) dapat dibagi menurut waktu berikut:
1.       Prenatal (Congenital)
a.       Hereditair, karena faktor genetika
b.      Non Herediter
v  Inveksi  virus rubella.
v  Definisi Nutrisi (malaborasi, beri-beri, diabetes militus atau kencing manis).
v  Obat-obatan ototoksis  yang dapat merusak pendengaran.
v  Gangguan kelenjar endokrin (cretinisme yang biasa di sebut cebol).
2.       Perinatal (saat kelahiran)
a.       Kelainan faktor rh (dalam darah) ibu dan anak.
b.      Trauma kelahiran.
c.       Prematur.
d.      Anoksemia.
e.      Post natal (pasca lahir)
f.        Infeksi, misal parotitis, teler, radang selaput otak.
g.       Trauma fisik.
h.      Proses ketuaan.
Menurut pendapat dari Moores (1978) dalam Mohammad Efendi (2006:32) adalah sebagai berikut:
1.       Ketunarunguan  sebelum lahir (prenatal).
a.       Hereditas atau keturunan.
b.      Cacar jerman atau rubella.
c.       Taxoemia.
2.       Ketunarunguan saat lahir (neo natal)
a.       Lahir prematur.
b.      Rhesus faktor.
c.       Tang verlossing.
3.       Ketunarunguan setelah lahir (post natal).
a.       Pentakit meningitis.
b.      Infeksi.
c.       Otitis media kronis.
Dari beberapa pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa penyebab ketunarunguan antara penyebab sebelum lahir salah satunya faktor keturunan. Saat dilahirkan misalnya lahir prematur. Dan setelah lahir misalnya trauma fisik. Selain itu ada faktor dari dalam anak dan faktor dari luar anak misal kecelakaan dapat menjadi faktor penyebab ketunarunguan.


Sumber : Suhardiyana.2010.Peningkatan kemampuan kognitif anak melalui permainan kartu angka dan gambar siswa kelas persiapan Tunarungu-wicara SLBN Kendal Tahun 2009/2010. UNS: Skripsi FKIP Ilmu Pendidikan Luar Biasa

0 komentar:

Posting Komentar