Kamis, 21 November 2013

KLASIFIKASI TUNARUNGU BERDASARKAN ETIOLOGIS, ANATOMIS, DAN FISIOLOGIS UKURAN NADA YANG DAPAT DIDENGAR ( Emon Sastro Winoto )

a)    Klasifikasi etiologis
Secara etiologis tuna rungu dapat dibedakan menjadi :
-       Tuna rungu endogen
Yaitu tuna rungu wicara / tuna rungu yang diturunkan dari orang tuanya atau bawaan
-       Tuna rungu eksogen
Yaitu tuna rungu yang disebabkan karena suatu penyakit atau
kecelakaan
b)   Klasifikasi anatomis – fisiologis
Secara anatomis – fisiologis anak tuna rungu dapat dibedakan menjadi :
-       Tuna rungu hantaran ( konduktif )
Yaitu tuna rungu yang disebabkan oleh kerusakan atau tidak berfungsinya otot – otot penghantar getaran pada telinga tengah
-       Tuna rungu perspektif ( syaraf )
Tuna rungu yang disebabkan oleh kerusakan atau tidak berfungsinya alat – alat pendengaran pada telinga dalam, sehingga tidak dapat meneruskan rangsangan ke pusat pendengaran
c)    Klasifikasi menurut ukuran nada yang tidak dapat didengar
Jika seseorang tidak dapat mendengar nada yang rendah , dan jika tidak dapat mendengar nada rendah maupun nada tinggi, maka disebut tuna rungu total


Sumber: Sardjono, 2000. Orthopedagogik Tunarungu I. Surakarta: UNS Press



1 komentar:

  1. Secara keseluruhan , baik gadget maupun isi blog sudah bagus , tapi luas blog kurang dimanfaatkan dengan baik sehingga terkesan kosong. Lebih baik dipakai untuk di isi gadget.

    BalasHapus