a) Klasifikasi etiologis
Secara etiologis tuna rungu dapat
dibedakan menjadi :
- Tuna rungu endogen
Yaitu tuna rungu wicara
/ tuna rungu yang diturunkan dari orang tuanya atau bawaan
- Tuna rungu eksogen
b) Klasifikasi anatomis – fisiologis
Secara anatomis – fisiologis anak tuna
rungu dapat dibedakan menjadi :
- Tuna rungu hantaran ( konduktif )
Yaitu tuna rungu yang
disebabkan oleh kerusakan atau tidak berfungsinya otot – otot penghantar
getaran pada telinga tengah
- Tuna rungu perspektif ( syaraf )
Tuna rungu yang
disebabkan oleh kerusakan atau tidak berfungsinya alat – alat pendengaran pada
telinga dalam, sehingga tidak dapat meneruskan rangsangan ke pusat pendengaran
c) Klasifikasi menurut ukuran nada yang
tidak dapat didengar
Jika seseorang tidak dapat mendengar
nada yang rendah , dan jika tidak dapat mendengar nada rendah maupun nada
tinggi, maka disebut tuna rungu total
Sumber: Sardjono, 2000. Orthopedagogik Tunarungu I.
Surakarta: UNS Press

Secara keseluruhan , baik gadget maupun isi blog sudah bagus , tapi luas blog kurang dimanfaatkan dengan baik sehingga terkesan kosong. Lebih baik dipakai untuk di isi gadget.
BalasHapus